It’s not just only business it is the process how we could bring
happiness for all of customer and people around us. (Tony Hsieh, Zappos)
Tahun 2009 dunia korporasi dikagetkan saat perusahaan raksasa Amazon.com
milik Jeff Bezos membeli sebuah toko retail sepatu online seharga US$
1,2 milyar (sekitar Rp 11 triliun). Apa yang membuat CEO Amazon demikian
terpikat dengan pengecer sepatu online ini? Kuncinya adalah karena
budaya perusahaannya (company culture). Zappos.com,
perusahaan tersebut, memang dikenal dengan keunikan budaya
perusahaannya hingga membuatnya menorehkan banyak prestasi. Selain laba
tahunan yang mencapai sekitar Rp.1 trilyun, tahun 2010 Zappos terpilih
sebagai ‘perusahaan terbaik untuk bekerja’ atau “Best Companies to Work
for” versi majalah Fortune.
Budaya perusahaan seperti apa yang membuat Zappos bisa menapaki
kesuksesan ini? Simaklah visi perusahaan mereka, “Our goal at Zappos is
for our employees to think of their work not as a job or career, but as
calling.” Zappos mendorong karyawan untuk bekerja sepenuh hati, dan
menganggap pekerjaan bukan hanya sekedar karier, melainkan sebagai
sebuah panggilan.
Nilai pertama dari 10 core values Zappos adalah Deliver Wow Through
Service, artinya Zappos memiliki prinsip untuk memberikan pelayanan
secara optimal dan tulus, yang membuat pelanggan selalu berseru “Wow!”
Di perusahaan yang memiliki 1.000 karyawan tersebut mereka memiliki
Culture Book. Buku itu dikeluarkan setiap tahun, dan setiap karyawan
bebas menuliskan beberapa kalimat tentang makna budaya Zappos bagi
mereka masing-masing. Buku ini pernah diberikan secara gratis pada
pengunjung Zappos yang berminat.
Siapa arsitek di balik kehebatan Zappos? Dialah Tony Hsieh, CEO
Zappos. Tahun 2010 Tony meluncurkan buku Delivering Happiness: A Path to
Profits, Passion, and Purpose. Buku ini berisi bagaimana budaya
perusahaan di Zappos. Menurut Tony tujuan bisnis bukanlah uang semata,
melainkan memberikan kebahagiaan kepada pelanggan bahkan dunia. Profit
atau keuntungan merupakan akibat dari passion (gairah/semangat) dan
purpose (tujuan).
Dalam hal kebahagiaan menurut Hsieh ada tiga jenis kebahagiaan yaitu: Rock Star, Flow, dan Higher Purpose. Rock Star adalah kebahagiaan karena memperoleh hal-hal yang diinginkan,
seperti memenangkan kontes atau pertandingan. Menurutnya ini adalah
tingkat yang sangat ilusif karena kebahagiaan tidak akan bertahan lama.
Karena itulah menurut CEO yang belum genap berusia 40 tahun ini,
banyak bintang film atau artis terkenal dan kaya namun tetap tidak
bahagia, karena bertumpu pada jenis kebahagiaan pertama ini.
Yang kedua, flow atau mengalir adalah kebahagiaan ketika seseorang
tenggelam dalam aktivitas yang benar-benar dinikmatinya. Jenis aktivitas
ini juga tak akan bertahan karena persoalan waktu yang menjadi tidak
relevan.
Terakhir Higher Purpose yaitu kebahagiaan yang melibatkan tujuan yang
lebih tinggi karena melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain, atau
terlibat dalam tujuan yang lebih besar.
Menurut Hsieh kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan urutan
rock star, flow, baru kemudian higher purpose. Dia menyarankan bahwa
pola ini harus dibalik. Bahwa kita harus mengejar kebahagiaan tujuan
yang lebih tinggi, maka dua kebahagiaan lainnya akan terpenuhi.
Apa yang terjadi di Zappos menjadi bukti bahwa era saat ini adalah
Era Kesadaran (Consciousness Age). Korporasi tidak bisa lagi hanya dapat
mengandalkan kekuatan intelektual, namun mulai menyadari pentingnya
modal budaya (Cultural Capital).
Hal ini sejalan dengan apa yang kami namakan 3.0 Concept yaitu bahwa
perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan potensi intelektual, tapi
juga emosional dan spiritual. Sehingga segala sesuatu tidak hanya
bersifat transaksional dan diukur berdasarkan materi. Perusahaan juga
harus memanfaatkan potensi emosional seperti semangat, kegigihan, dan
pantang menyerah. Selain itu, perusahaan juga harus memanfaatkan potensi
spiritual sehingga apapun yang dilakukan karyawan memiliki makna.
Dengan demikian tempat bekerja bukan sekadar tempat mencari nafkah
namun tempat mengabdi serta memberi kontribusi secara tulus bagi semesta
alam (rahmatan lil alamin).
by: Dr. HC Ary Ginanjar Agustian (Corporate Culture Consultant)
ACT Consulting
Jl. Ciputat Raya No. 1B Pondok Pinang, Jakarta 12310
Telp. (021) 7696654 Fax. (021) 7696645
Email: act.consulting@esqway165.com

0 Response to "Paradigma Baru di Dunia Bisnis "
Posting Komentar